Loading [MathJax]/jax/element/mml/optable/GeneralPunctuation.js

Wednesday, January 31, 2018

Persamaan Diferensial Tak Homogen T_2

A. Persamaan Diferensial Tak Homogen T_2
Kita perhatikan persamaan tak homogen L[y] = y” + p(t)y’ + q(t)y = g(t), dimana p(t); q(t), dan g(t) adalah fungsi-fungsi kontinu pada suatu interval I. Dalam kasus ini kita punyai teorema-teorema penting berikut.

Teorema 1:
Jika Y_1 dan Y_2 adalah solusi-solusi dari persamaan tak homogen, maka Y_1  - Y_2  solusi dari persamaan homogen. Dan jika y_1 dan y_2  adalah basis atau pembangun dari solusi-solusi untuk persamaan homogen, maka Y_1- Y_2  = C_1 y_1  + C_2 y_2, dimana C_1 dan C_2 adalah konstanta-konstanta. Untuk melihat hal tersebut benar, kita catat dengan definisi
L[Y_1]=g(t) dan L[Y_2]=g(t)

Kita dapatkan :
L[Y_1 ]-L[Y_2 ]= g(t)-g(t)-L[Y_1-Y_2] = 0,
yang mengakibatkan Y_1-Y_2 juga solusi dari persamaan, jadi Y_1- Y_2  = C_1 y_1  + C_2 y_2, dengan C_1 dan C_2 adalah konstanta-konstanta. Kita akan gunakan terorema ini untuk membuktikan teorema berikut.

Teorema 2:
Solusi umum persamaan tak homogen dapat dinyatakan sebagai:
y = \phi (t) = C_1 y_1  + C_2 y_2  + Y(t), dimana y_1 dan y_2 adalah basis dari persamaan homogen, C_1 dan C_2 adalah konstanta-konstanta, dan Y(t) adalah penyelesaian khusus dari persamaan tak homogen.
Bukti teorema ini mengikuti langsung dari teorema terdahulu dengan memisalkan
Y_1  = \phi (t) dan Y_2 (t)=Y(t) sehingga:
Y_1-Y_2= \phi (t)-Y(t) = C_1 y_1  + C_2 y_2,
sehingga memberikan ke kita
y=\phi (t) = C_1 y_1  + C_2 y_2  + Y(t) atau y=y_h+y_k
             Teorema ini memberikan saran kepada kita bagaimana membangun solusi persamaan tak homogennya, yaitu:
1. Tentukan solusi umum persamaan diferensial homogen yang berpadanan dengan persamaan tak homogennya. Solusi ini biasanya ditulis dalam bentuk
y_c=y_h=C_1 y_1+C_2 y_2.

2. Tentukan solusi tunggal Y dari persamaan tak homogennya. Solusi ini sering disebut solusi khusus dari persamaan tak homogennya.

3. Jumlahkah dua solusi ini untuk membentuk solusi umum persmaan diferensial tak homogen.

            Untuk menentukan solusi umum persamaan diferensial tak homogen kita harus menentukan solusi khusus terlebih dahulu.
             Kita tahu persis bagaimana menemukan solusi-solusi homogenya / y_h (juga sering disebut solusi komplemen / y_c). Akan tetapi kita belum mengetahui bagaimana menemukan solusi khusus (y_k) persamaan tak homogeny (juga sering disebut dengan solusi particular / y_p). Untuk menemukan solusi khusus ini kita kebanyakan menggunakan trik cerdik (”metoda menebak”).

Catatan:
              Dalam kasus bentuk solusi khusus (y_k) telah muncul solusi homogen (y_h), maka dipilih/diambil y_k dengan cara mengalikan bentuk baku g(t) oleh faktor t atau t^2 sampai didapat y_h\neq y_k.
              Dalam kasus salah satu akar karakteristiknya bernilai nol (0) dan g(t) memuat bentuk suku banyak, maka kalikan bentuk baku y_k tersebut dengan faktor t sampai didapat  y_k\neq y_h.

Contoh 1:
Temukan solusi khusus persamaan y”- 3y’- 4y = 3e^{2t} !
Jawab:
Untuk menemukan solusi khususnya, kita gunakan metoda menebak yang membangun e^{2t} di ruas kanan persamaan. Oleh karena itu, kita misalkan
y_k  = Ae^{2t}

dimana A adalah konstanta sebarang, dan e^{2t} digunakan karena jika kita turunkan hanya koefisiennya dikalikan dengan faktor 2. Pertama kita hitung y'_k= 2Ae^{2t} dan y"_k= 4Ae^{2t}
Kita substitusikan ke persamaan semula, dan akan kita peroleh:

4Ae^{2t}-3(2)Ae^{2t}-4Ae^{2t}  = 3e^{2t}

Karena e^{2t}\neq 0, maka kita bagi kedua ruas persaman dengan e^{2t}, yang akan menghasilkan
4A-6A-4A = 3\rightarrow A = -\frac{1}{2}
Jadi khusus yang dimaksud adalah y_k=-\frac{1}{2}e^{2t}.

            Ada bebarapa aturan yang relatif mudah untuk menemukan solusi khusus dengan
metode koefisien tak tentu, yaitu sebagai berikut.
a. Jika g(t) = e^{\alpha t}, maka fungsi tebakannya y_k= Ae^{\alpha t}
b. Jika g(t)=\cos⁡ (\alpha t) atau \sin⁡(\alpha t), maka y_k= A \cos ⁡(\alpha t)  + B  \sin⁡ (\alpha t).
c. Jika g(t)= a_n t^n+⋯+a_2 t^2+a_1 t+a_0, maka y_k= A_n t^n+⋯+A_2 t^2+A_1 t+A_0.
d. Jika g(t) = t^2 e^{\alpha t}, maka y_k= (A_2 t^2  + A_1 t + A_0)e^{\alpha t}.
e. Jika g(t) = e^{\alpha t}   \cos⁡ (\beta t) atau e^{\alpha t}   \sin⁡ (\beta t), maka y_k= e^{\alpha t} (A \cos ⁡(\beta t)+ B \sin ⁡(\beta t)).
f. Jika g(t) = g_1 (t) + g_2 (t), {y^1}_k tebakan untuk g_1 (t) dan {y^2}_k tebakan untuk g_2 (t), maka y_k={y^1}_k+{y^2}_k.

              Walaupun metode ini cukup baik, sekarang muncul masalah bagaimana jika fungsi tebakan kita merupakan salah satu dari solusi homogennya, maka fungsi tebakan kita tak pernah akan membangun sebuah suku yang memenuhi ruas kanan tak homogenya g(t). Sebagai ilustrasi perhatikan contoh berikut.

Contoh :
Tentukan solusi umum dari persamaan y"-2y'+y=2e^x!
Penyelesaian:
SU: y=y_h+y_k
y"-2y'+y=2e^x ditulis y"-2y'+y=0

Persamaan karakteristik:
r^2-2r+1=0
(r-1)(r-1)=0
r_1=r_2=r=1

Maka y_h=C_1 xe^x+C_2 e^x

Untuk mencari y_k, perhatikan f(x) dan y_h.
Pilihlah y_k=Kx^2 e^x
y_k=Kx^2 e^x
y'_k=2xKe^x+Kx^2 e^x
y"_k=(2Ke^x+2xKe^x )+(2xKe^x+Kx^2 e^x)
       =2Ke^x+4xKe^x+Kx^2 e^x
Sehingga PD di atas menjadi:
y"-2y'+y=2e^x
(2Ke^x+4xKe^x+Kx^2 e^x )-2(2xKe^x+Kx^2 e^x )+Kx^2 e^x=2e^x
2Ke^x+4xKe^x+Kx^2 e^x-4xKe^x-2Kx^2 e^x+Kx^2 e^x=2e^x
2Ke^x=2e^x
2K=2
K=1

Jadi solusi umum dari persamaan di atas adalah:
y_h+y_k=C_1 xe^x+C_2 e^x+x^2 e^x



Latihan Soal!
1. Tentukan solusi khusus dari persamaan berikut!
a. y" + 4y =x^2  + 3e^x; y(0) = 0; y'(0) = 2
b. y" + y'-2y = 2x; y(0) = 0; y'(0) = 1
c. y"- 2y'+ y = xe^x  + 4; y(0) = 1; y'(0) = 1
d. y"+ 2y' + 5y = 4e^x   \cos ⁡2x; y(0) = 1; y'(0) = 0
e. y" + 3y'+ 2y = 2x^4  + x^2 e^(-3x)  + \sin ⁡3x; y(0) = 1; y'(0) = 0
  
2. Tentukan solusi umum dari persamaan berikut!
a. y"-2y'- 3y = -3xe^(-x)
b. y"- 4y' + 4y = 2x^2  + 4xe^2x  + x \sin⁡ 2x
c. y"+ 9y =x^2 e^3x+ 6
d. 2y"+ 3y' + y =x^2  + 3\sin ⁡x
e. y"+y'=e^x+3x

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment